Saturday, December 6, 2014

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar

Kota makassar, adalah ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, kota ini telah beberapa kali berganti nama, pernah juga menggunakan nama Ujung Pandang. Kota makassar tergolong kota besar, bahkan pernah mendapat julukan juga sebagai gerbang menuju indonesia timur. Untuk menuju Kota makassar diperlukan waktu 2 jam penerbangan dari jakarta.

bandara internasional sultan hasanuddin makassar
Bandara Sultan Hasanuddin ini sudah ada sejak jaman belanda dan sudah beberapa kali juga berubah nama diantaranya adalah, pada jaman belanda bandara ini bernama Kadieng Terbang Field, pada jaman penjajahan jepang, berubah nama menjadi Mandai. Paska kemerdekaan kembali berubah nama menjadi Bandara Air Mandai, kemudian kembali berubah menjadi Pelabuhan Udara Mandai. Setelah itu masih beberapa kali berubah lagi yaitu menjadi Airport Hasanuddin, Bandara Hasanuddin, baru menjadi Bandar Udara Internasional Hasanuddin

terminal penumpang bandara internasional sultan hasanuddin makassar
 Bentuk terminal penumpang Bandara Sultan Hasanuddin ini perpaduan antara nuansa lokal dan modern. Nuansa lokal nampak pada saat kita perhatikan dengan cermat, bahwa terminal ini mirip dengan bentuk perahu pinisi (perahu asli karya putra sulawesi yang sudah mendunia), sedangkan nuansa modern adalah perpaduan warna maupun penggunaan dinding kaca sehingga penumpang dapat dengan leluasa melihat ke arah luar

landasan pacu bandara internasional sultan hasanuddin makassar
 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mempunyai landasan pacu sepanjang 3100 m dan 6 garbarata, sudah mampu di darati pesawat besar seperti boing 747

miniatur pinisi

Didalam Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga terpampang miniatur pinisi, kapal kebanggaan negara Indonesia hasil karya masyarakat bugis makassar

live concert sinrilli
 Live concert sinrilli di bandara sultan hasanuddin ini disajikan untuk mengenal lebih dekat budaya budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Awalnya sinrilli hanya dipentaskan bila ada perintah dari Raja dan biasanya dimainkan di istana. tetepi pada perkembangannya karena banyak masyarakat yang menyukai pertunjukan ini maka sinrilli mulai di tampilkan di tempat tempat umum. Sinrilli ini melantunkan cerita cerita kepahlawanan, cerita keagamaan bahkan kadang kadang cerita tentang percintaan, denan diiringi musik rebab.

0 comments:

Post a Comment